Sabtu, 15 Juni 2013

BUDIDAYA MELON APOLLO : RASA YANG MANIS DAN KEUNTUNGAN YANG MANIS

Jenis melon eksklusif belakangan ini semakin laris manis diburu para konsumen. Kulitnya yang berwarna kuning atau putih mulus tanpa jaring memiliki tingkat kemanisan minimal 11º briks. Selain tampilannya yang sangat menarik, daging buah melon eksklusif biasanya berwarna jingga, tekstur dagingnya renyah dan aromanya tak begitu kuat. Sehingga tidak heran bila melon jenis ini banyak dipilih konsumen dan diminati pasar domestik maupun mancanegara.
Awalnya jenis melon eksklusif muncul di pasaran pada tahun 2007 dengan memperkenalkan jenis melon golden langkawi dan melon apollo. Namun seiring dengan perkembangan pasar, sekarang ini varietas melon eksklusif semakin beragam, sebut saja seperti adinda, kinanti, sakata, dan masih banyak lagi jenis melon lainnya yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 16-18º briks. Beberapa daerah yang kini telah mengembangkan usaha budidaya melon tersebut antara lain wilayah Bogor, Cilegon, Pekalongan, Sragen, Bontang, serta daerah Lumajang.

Permintaan pasarnya yang masih sangat tinggi menjadikan bisnis melon eksklusif sekarang ini memiliki prospek yang sangat bagus dan menjanjikan keuntungan cukup besar. Bahkan sampai hari ini para petani melon di Indonesia belum bisa memenuhi tingginya kebutuhan pasar domestik yang setiap pekan mengalami peningkatan semakin pesat. Rata-rata petani melon baru bisa memenuhi permintaan pasar sekitar 30% dari total kebutuhan pasar. Sehingga sebagian besar dari mereka kemudian bergabung dengan petani melon lainnya dan membentuk kelompok tani untuk mencukupi pasokan pasar yang masih sangat kurang.

Refrensi : http://incoffeegreen.blogspot.com/2012/10/budidaya-melon-apollo-rasa-yang-manis.html 
Image : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC1AqyDL8ig36ahas2k6KOJi3XPpn9vd0j_NdE4pdXi0Yw5LvV1DLoko8D4X67wx3SWEZLXpnkFMo6eeSAbDJPXR2ouP31Vwn-Hk4RsGKqmoMzeeKhAFSZLwjpLLH4hWj4sAA8X6IlxF41/s1600/incoffeegreen.blogspot.com+%28melon%29.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar